BBM lagi, BBM lagi..

permasalahan BBM saya pikir tidak bisa disederhadakan menjadi urusan  menolak atau menerima kenaikan BBM. persoalan BBM adalah persoalan multidimensi, persoalan yang menyangkut banyak hal dalam kehidupan kita.

seringkali kita mendengar umpatan seperti ini “pemerintah hanya bisa mengambil kebijakan yang instan! tidak pernah berpikir panjang untuk masa depan bangsa ini!”. pada satu sisi, kalimat ini kurang lebih benar. tapi sayangnya, pihak yang melontarkan pernyataan ini, ternyata juga berpikir “instan”. sebagai contoh misalnya, kenaikan harga BBM ditanggapi dengan isu yang instan juga oleh para demonstran yaitu “tolak kenaikan harga BBM!”. demonstrasi hanya sebatas menolak. ini juga instan, karena tidak berpikir yang lebih panjang mengenai isu BBM. memang betul, kenaikan BBM akan memiliki efek berantai yang akan menaikan semua harga barang dan jasa sehingga inflasi pun terjadi. namun menurut hemat saya, ini pun masih pikiran yang “instan”. hal ini tidak ada bedanya dengan pemikiran pemerintah untuk menyelamatkan APBN karena dapat menyelematkan negara ini dari pailit, walaupun banyak pihak yang menentang bahwa logika penyelamatan APBN melalui menaikan harga BBM merupakan hal yang keliru dan membohongi rakyat Indonesia.

namun, menurut saya, pemikiran yang lebih panjang dan strategis, dan bukan pemikiran instan antara menolak dan menerima kenaikan BBM, adalah permasalahan Ketergantungan! saat ini kita, bangsa Indonesia, sangat tergantung pada BBM. BBM seolah merupakan satu sumber utama nafas bangsa ini. sedikit saja ada gonjangan pada BBM, maka negara ini mudah sekali tersulut dalam kerusuhan yang fatal. contohnya, jika hanya dalam satu hari saja di suatu daerah kehabisan stock BBM, maka sudah dapat dipastikan daerah itu akan kolap. ini baru sehari, bagaimana jika seminggu saja. sudah dapat dapat dipastikan benih-benih kerusuhan yang sangat mengerikan akan terjadi. saat ini, BBM adalah sumber pokok dari semua siklus kehidupan bangsa ini.

di sisi lainnya, BBM merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. dalam hitungan beberapa tahun ke depan, saya kira ini tidak akan lama lagi, indonesia akan kehabisan sumber daya alam ini. semuanya sudah terkuras habis. selain itu, tren harga BBM dunia tidak akan pernah turun, harganya dari waktu ke waktu akan selalu merangkak naik. pelan tapi pasti. ini karena jumlah BBM yang tersedia semakin berkurang, dan jumlah permintaan semakin bertambah.

jika kita selalu berada dalam kerangka beripikir “menolak atau menerima” seperti yang saat ini terjadi, maka kita akan melihat aksi demonstrasi sepanjang tahun, bahkan setiap saat. karena sudah dapat dipastikan, kita, baik pemerintah maupun rakyat, selalu berada dalam posisi terjepit. namun beda halnya, jika kita semua berada dalam kerangka berpikir yang sama yaitu “menolak ketergantungan terhadap BBM dan pasar internasionalnya!”.

memang ini bukan pekerjaan yang mudah dan butuh waktu panjang, tapi jika tidak dimulai dari sekarang, maka sebentar lagi saat BBM semakin langka dan kerusuhan besar-besaran akan terjadi. tidak ada kata damai pada waktu seperti ini. yang ada hanya “saya lapar!”. menghapuskan ketergantungan harus dimulai dari pemerintah sebagai pihak yang berwenang membuat kebijakan. Kebijakan yang secara serius dan berkonsentrasi untuk menciptakan bahan bakar alternatif bagi bangsa ini.

selama ini, sudah banyak kita lihat di media-media massa, bahkan tetangga kita sendiri misalnya, telah melakukan inovasi-inovasi untuk menghapus ketergantungan terhadap BBM, contohnya penggunaan air untuk mengganti BBM yang ditemukan oleh banyak sekali kalangan, misalnya salah satu kampus swasta di jogja, dan oleh seorang bapak yang cukup kreatif yang dapat menggunakan air untuk menghemat setengah penggunaan BBM. luar biasa bukan.

seharusnya pemerintah tidak hanya berkutat mengurusi naik turunnya harga BBM di pasar dunia, melainkan lebih berkonsentrasi menciptakan energi-energi alternatif. bangsa kita diisi oleh orang-orang pintar yang dapat melakukan banyak inovasi, sehingga modal pemerintah itu hanya satu, dan lebih mudah, cukup menjadi pihak yang Sensitif! sensitif terhadap perkembangan-perkembangan yang terjadi di masyarakat. jika pemerintah telah sensitif dan menangkap perkembangan-perkembangan yang terjadi, yang harus dilakukan kemudian adalah mendukung secara total inovasi tersebut untuk kepentingan masyarakat luas.

sehingga aksi demonstrasi tidak hanya menuntut penurunan harga BBM, melainkan juga menuntut pemerintah untuk HARUS dengan serius mengurangi ketergantungan terhadap BBM. dan sebaliknya, strategi pemerintah dalam carut marut naiknya harga BBM dunia tidak hanya membantu dengan BLT, tapi juga harus mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan BBM. jika ketergantungan sudah bisa dikurangi, maka naiknya harga BBM di pasar dunia akan ditanggapi seperti ini: “apa urusan gue, BBM naik atau enggak!”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s