Masih di Lampung.., hehehehe.

Kali ini kunjungan ke Lampung penuh dengan adrenalin. Berangkat dari Bandar Lampung menuju Kecamatan Krui di Lampung Barat yang katanya butuh 6 jam, ternyata membutuhkan 7 jam. Berangkat jam 22.00 sampai jam 05.00. Perjalanan melewati beberapa titik rawan, pertama pom bensin terakhir sebelum sampai Krui ternyata sudah tutup tengah malam, walaupun ada tulisan Buka 24 Jam. Sehingga kami sangat was-was karena 5 jam perjalanan tidak akan ketemu pom bensin lagi. Akhirnya, kami membeli bensi eceran. Kedua, modus kejahatan di tengah malam adalah kami berhenti untuk makan, ada sepeda motor King yang berhenti di dekat mobil (motor King yang sudah dipreteli identik dengan preman) dan kemudian mereka akan menaruh ranjau-ranjau kecil agar setelah jauh dari pemukiman ban mobil menjadi kempes. Saat itu lah mereka beraksi. Untungnya, sepeda motor yang menghampiri mobil kami yang terparkir tidak diapa-apakan, karena dengan sigap salah satu teman menghampiri mobil juga dan melakukan pengecekan.

Ketiga, kami harus melewati satu derah yang rawan dengan pembegalan. Nama daerah ini Wonosobo. Beberapa kasus pembegalan terjadi di siang bolong. Tidak cuma malam hari. Edan. Pengguna motor biasanya dicegat di tengah jalan dan motornya dirampas. Jangan sekali-sekali berteriak minta tolong karena percuma. Dan bisa-bisa si korban yang dituduh bersalah dan dihakimi massa. Nah, kota ini sangat aneh. Untuk itu, saat melintasi kota ini, mobil dikebut secepat-cepatnya dengan jendela dan pintu ditutup rapat. Kami melewati kota ini antara pukul 01.00 – 02.00 dinihari. Sepi mencekam, hujan gerimis, dan gelap gulita.

Keempat, harus melewati tebing-tebing yang rawan longsor saat hujan. Benar saja, di beberapa titik tanah longsor dari tebing yang curam. Jalan berkelok-kelok menanjak dan licin akibat lumpur dari tebing-tebing yang hanyut akibat air hujan. Di sepanjang jalan, penuh dengan lubang segede-gede gaban. Karena gelap, berkal-kali mobil ‘kecemplung’ dalam kubangan-kubangan. Sehingga kami benar-benar terkocok di dalamnya.

Kelima, masuk daerah kawasan taman nasional bukit barisan. Kami harus pelan-pelan karena di kiri kanan banyak jurang-jurang. Yang lebih berbahaya adalah binatang yang menyebrang dengan tidak tertib. Seringkali segerombolan gajah, badak, rusa, dan babi hutan menyebrang dengan tidak tertib, tidak menghiraukan kami yang sudah susah mengendalikan mobil. Untungnya kami tidak dengan para penyebrang jalan yang tidak tertib ini. Cuma kami sempat kelabakan dan menginjak rem sekuat tenaga saat ada satu babi hutan yang menyebrang jalan saat perjalanan pulang.

Keenam, kami mendapati banyak mobil yang mengalami kecelakan di sepanjang jalan yang berhasil semakin menyusutkan mental kami. Beberapa mobil dan truk terperosok di pinggir tebing karena terpeleset. Ada mobil yang disangga karena sedikit lagi akan tergelincir ke dalam jurang. Dan hampir saja kami bertabrakan dengan sebuah truk yang nekat berjalan dengan satu lampu.

resize2

Dan untunglah kami sampai di Krui dengan selamat pada pukul 05.15 pagi. Disertai rintik hujan dan tipisnya kabut, segar sekali pagi itu. Dan sebelum pulang, kami sempat bermain-main di s

resize3

ungai, sebagai salah satu cara melepas lelah setelah tidur kurang dari 4 jam dalam 2 hari. Tapi semuanya menjadi Menyenangkan!🙂.

3 thoughts on “Masih di Lampung.., hehehehe.

  1. hahahahahahahaha…. itu inyong.
    loncat sana sini karena diencloki pacat di kaki-kakinya.
    saat mandi di rumah, banyak pacet berjatuhan di lantai kamar mandi.
    hahahaha…, benar-benar hutan tropis🙂
    (walaupun kata mereka itu ladang, tapi kataku itu adalah hutan sehutannya “_”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s