Berbenah dengan Tata Ruang

Aku adalah orang yang percaya dengan logika bahwa tata ruang akan mempengaruhi kehidupan manusia. Penataan sebuah ruang, secara sengaja maupun tidak, akan menentukan kualitas hidup manusia yang ada di dalamnya. Hal ini bisa dilihat dari contoh-contoh yang tidak terkira jumlahnya, dari hal-hal kecil kehidupan kita sampai sesuatu yang besar. Contoh kecil misalnya, tata ruang dalam kamar atau rumah deh. Jika rumah sudah ditata dengan baik, misalnya dengan pilihan-pilihan mengikuti aturan fengshui atau aturan-aturan lain yang dipercayai, maka dijamin akan mempengaruhi kehidupan orang di dalamnya. Tata ruang menyangkut hal-hal kecil, letak pintu, jendela, memperhitungkan sinar matahari, arah closet dan letak kamar mandi, lokasi kebun, dan lain-lainnya. Intinya, aku mau bilang bahwa aku sangat nyaman dengan rumahku di Jogja saat ini. “aliran energi” yang ada di rumah ini karena tata letaknya membuatku selalu bisa menghilangkan kelelahan, kejenuhan, dan mengobati stres. Bagiku sudah sangat nyaman.

Hal ini berkebalikan dengan apa yang ada di kantorku. Woowww, kata listya saat pertama kali masuk ke kantorku, ruangan-ruangannya penuh dengan radiasi, tidak ada udara bersih, berdebu, penataan cahaya yang kacau, untel-untelan, tidak ada udara segar karena semuanya dipasok dari AC, dan lainnya. Tikus dan kecoak sangat sulit dibasmi, karena terlalu banyak barang dan lorong-lorong yang membuat dua mahluk ini sangat nyaman. Tikusnya gendut-gendut. Satu-satunya perangkap tikus yang ada cuma tempat sampah setinggi 50 cm dan terbuat dari plastik. Bentuknya sama seperti ember atau gentong. Kalo si tikus mencari makan di tempat sampah ini dan nyemplung, maka dipastikan si tikus gak bisa keluar karena saking tingginya dan dinding plastik yang licin dan tidak bisa dipanjat oleh tikus. Maka semalaman akan terdengar kegaduhan dari tempat sampah, gludukk.. gludukkk.. gludukkk…

Balik lagi ke tata ruang kantorku, seringkali membuat lelah atau capek tanpa sebab. Sangat beda misalnya, dengan jenis dan jumlah pekerjaan yang sama kemudian dikerjakan di rumah, tidak di kantor, hasilnya bisa lebih produktif dan tidak secapek jika di kantor. Hal ini telah diakui hampir sebagian besar orang-orang kantorku. hehehehe🙂. Untuk itulah, tadi malam aku meng-sms manajerku, bukan karena dia manajerku, tapi karena pertemanan saja. Aku bilang gini “mas aku sesuk gak melebu kantor yo. Aku gak punya alasan kenapa tidak masuk. Intinya, aku pengen bolos”, terus dibales ma manajerku, “bolos koq ngomong-ngomong”. Alhasil, saat ini aku sedang bolos. Tidak masuk kantor, tinggal di rumah. Ngetik-ngetik, nonton film, nyuci, tanam-tanam, dan banyak deh yang bisa dilakukan di rumah. Eh.. tapi aku ingat, aku harus buat pertemuan dengan teman-teman di kantor. Ah.. tampaknya, aku harus ke kantor dulu. Tapi untuk beberapa jam saja, setelah itu, aku akan pulang ke rumah lagi. Bolos lagi🙂. Tapi ada satu keuntungan dari kondisi yang untel-untelan ini, orang-orang di kantorku bisa menjadi lebih akrab karena intensitas pertemuan fisik sangat tinggi. Diantara yang buruk, ada juga kelebihan dari tata letak kantorku.

Tidak hanya itu, tata ruang bisa diterapkan di isu apapun. Misalnya kalo merancang pertemuan, meeting, training, workshop, dll yang melibatkan banyak orang, harus diperhatikan sebagai salah satu yang utama adalah tata ruang. Contohnya, penggunaan kursi dan meja dibandingkan dengan lesehan akan menghasilkan kualitas output yang berbeda dari pertemuan, meeting, training, dll. Contoh lain, beberapa jumlah jendela dan seberapa sinar yang masuk ke dalam ruangan juga akan berdampak besar. Kalo membuat pertemuan yang melibatkan banyak orang dan dalam waktu yang lama, lebih dari 2 hari, jangan sekali-sekali menggunakan ruangan yang tidak berjendela dan tidak ada sinar matahari yang masuk. Karena para peserta akan jenuh dan mudah capek sehingga hasil yang diperoleh bisa jadi tidak maksimal. Tapi, jika mau membuat forum yang intensif, fokus, dan tidak lama maka lakukan di dalam jenis ruangan ini, tertutup. Contoh lain, ‘tata letak’ para peserta. Jika bisa atur tataletak atau persebaran para peserta. Usahakan mereka jauh dari pintu utama dan dekat dengan pemateri, fasilitator, atau yang meng-handle forum. Hal ini akan membantu untuk menjadi lebih fokus. Usahakan juga agar pemateri, fasilitator, atau yang meng-handle forum dapat mobile dan menyapa seluruh peserta. Dan masih banyak contoh lainnya. Hal-hal ini adalah sesuatu yang kecil, namun akan sangat menentukan kualitas hasil yang diperoleh.

Ada juga, tata ruang yang lebih besar, alam, akan menentukan bentuk keyakinan atau agama lho.. Ayo kita liat beberapa contoh. (SARA gak ya…?). Agama-agama yang lahir di barat sana, kata orang abrahamik gitu, mempunyai corak berkebalikan dengan agama atau keyakinan yang lahir di timur. Pada prinsip-prinsip universalnya sih, gak terlalu berbeda misalnya definisi tentang tuhan. Tapi yang sangat mencolok berbeda adalah pada aturan-aturan turunan yang mengatur kehidupan manusianya. Penggunaan baju misalnya, di negara-negara tropis, Indonesia misalnya, sebelum Islam dan Kristen masuk, para penduduk pada umumnya hanya menggunakan kain dan bertelanjang dada. Pakaiannya sangat simpel. Ini bukan jaman Jahiliyah lhoo. Ini adalah salah satu bentuk penyesuaian dengan alam yang bersahabat. Beda misalnya dengan negara-negara yang bergurun dimana suhu udara sangat panas pada siang hari dan dingin pada malam hari sehingga membutuhkan pakaian yang mampu melindungi dari cuaca ekstrim seperti ini. Penggunaan pakaian yang simpel di negara-negara tropis karena tata ruang alamnya tidak menuntut yang aneh-aneh. Walaupun orang-orang bertelanjang dada dan berpakaian minim, tidak ada dokumen (saya tidak pernah menemukan) yang menyebutkan adanya pelecehan seksual yang tinggi. Artinya ketika ‘aurat’ terbuka tidak kemudian secara serta merta memunculkan pelecehan seksual seperti yang diargumentasikan oleh agama-agama yang lahir dari tata ruang alam yang berbeda. Namun sekarang konteksnya dah berbeda ya.., saat ini semua orang dah bersepakat untuk menggunakan pakaian dan menutup aurat. Tapi minimal, saya ingin menunjukan bahwa tata ruang alam akan menentukan perbedaan aturan dan budaya manusia yang berkembang di dalamnya. Sangat banyak contohnya deh…, lain waktu saja saya tulis lagi😀.

2 thoughts on “Berbenah dengan Tata Ruang

  1. ehhh…bukan. aku cuma mau menunjukan bahwa tata ruang alam juga berpengaruh besar terhadap kehidupan dan keyakinan manusia…

    hehhehehehe SARA apa ya?😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s