centang saja

Indonesia kali ini penuh warna-warni, tapi warna-warni menyesakan mata. Foto-foto caleg bertebaran di mana-mana. Sumpek. Sudah banyak yang mengkritik dan membahas soal ini, saya pikir intinya hampir sama bahwa kampanye melalui spanduk, baliho, dll tersebut tidak bermanfaat. Malah membuat orang semakin apatis terhadap politik bangsa ini. Di samping itu, kalo ada lembaga/orang yang menghitung berapa jumlah uang yang berputar secara ‘gelap’ di tengah krisis ini, maka angka yang mengejutkan akan kita dapatkan. Contohnya saja, dua orang teman yang menjadi caleg, salah satunya telah habis 50 juta dan satunya lagi lebih daripada itu. Itu belum sampai hari pemilihan, masa kampanye masih satu bulan lagi. Ini sudah masuk kategori irit, masih banyak caleg yang lebih boros lagi. Berani sekali, mempertaruhkan uang dalam jumlah besar untuk satu posisi yang belum pasti didapat. Peluang memperoleh kursi kecil sekali.

Kalo dilihat, pasti angka golput akan bertambah lagi. Mungkin kali ini melebihi 50% dari pemilih — mungkin lho, ini cuma tebakan seperti seorang dukun yang sedang menebak tanpa harus didasari data statistik yang valid. Angka golput yang tinggi ini tidak terpengaruh oleh fatwa MUI yang menyatakan golput adalah haram dan himbauan PKS untuk tidak golput, karena itu dosa mungkin. Hehehehehe, konyol sekali bukan? hah.. golput koq haram. Banyak orang sih bilang kalo dibalik fatwa dan himbaun ini ada motif politiknya. Tapi ya sudah lah, gak usah dibahas. Politik itu kotor. Sekalipun dilakukan oleh lembaga yang (katanya) sangat kental nuansa religiusnya.

Tapi ada satu hal yang perlu kita perhatikan bersama. Lupakan dulu foto-foto caleg yang memuakan dan fatwa yang konyol sekali itu. Saya secara pribadi saat ini menolak untuk golput, walaupun dulu pernah bersikukuh untuk golput. Golput saat ini tidak akan berdampak apapun. Tidak ada satu pun yang berubah. Tapi bagaimana kalo kita tidak mempunyai pilihan dalam pemilu nanti? menurut saya, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Namun tips ini khusus untuk masyarakat yang bukan partisan partai atau masyarakat biasa seperti saya)

Tips pertama, tetaplah memilih dalam pemilu dan pilihlah orang yang anda kenal atau caleg yang ada di sekitar anda. Jika caleg tersebut adalah tetangga anda, maka pilihlah dia. Ini karena, jika dia terpilih menjadi anggota dewan dan dia melakukan penyelewangan, kita akan lebih mudah untuk menuntut atau minimal mendatangi rumahnya untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. Berbeda halnya jika caleg yang kita pilih adalah orang yang berada jauh dari rumah kita dan tidak kita kenal, maka ketika dia melakukan penyelewangan kita akan kesulitan untuk melakukan protes. Caleg yang berada dekat atau dari sekitar lingkungan kita akan lebih mudah untuk ‘dikontrol’. Jika dia macem-macem, dilempari saja rumahnya. hehehehehe, becanda. Jangan anarkis ya🙂.

Tips kedua adalah jika tips pertama tidak bisa dijalankan karena tidak ada caleg yang berada di sekitar kita atau tidak kita kenal. Keadaan ini tentu akan menyulitkan karena kita akan semakin bingung. Menurut saya, pilihlah caleg yang tidak terkenal dan dari partai yang kecil dan tidak terkenal juga. Hal ini seperti yang saya alami dan banyak teman-teman saya alami. Tidak ada satu caleg pun yang kita kenal sehingga bingung untuk memilih yang mana. Tips ini adalah memilih secara acak. Tapi tidak sembarang acak ya, sekali lagi, pilih caleg dan partai yang kecil dan tidak terkenal. Kenapa hal ini dilakukan? Menurut saya, tips ini akan bermanfaat untuk mendistribusikan suara kita agar tidak ada partai yang mendominasi. Kita sudah melihat partai-partai besar yang mendominasi sehingga memiliki kekuatan besar dalam gedung dewan namun tetap tidak membawa perubahan. Malah semakin kacau. Nah, jika suara kita terdistribusi secara merata dan tidak ada partai yang mendominasi, minimal akan terjadi persaingan yang lebih ketat dari periode-periode sebelumnya. Tidak ada lagi partai yang mentang-mentang besar dan kuat dengan mudah berbuat seenaknya sendiri. Hal ini akan mengurangi kong-kalingkong antara para anggota dewan yang terhormat.

Sekali lagi, golput tidak akan mengubah apapun. Memilihlah, walaupun kita tidak punya pilihan. Jika berkenan, silakan mengadopsi dua tips tersebut. Tapi sayangnya, saya tidak bisa ikut memilih karena belum punya KTP sehingga belum terdaftar dan rumah yang jauh membuat agak ribet untuk melakukan pemilihan. hehehehehe… ya begitulah🙂.

8 thoughts on “centang saja

  1. hehehehe, tidak pilihan, mas Oya Suryana. kalo seandainya gak milih juga gak akan ada bedanya. para koruptor tetap akan ada dan berkuasa. Kalo aku sih masih yakin dengan dua tips yang kutiliskan itu. menurutku yang paling rasional.

  2. BANYAK PARTAI BIKIN BINGUNG

    Sudah menjadi pedoman hatiku, bahwa dalam pemilihan umum 2009 kita harus menentukan pilihan secara bijaksana. Tapi semua partai peserta pemilu, tiada kupandang tinggi, semua sama tak sapun mendapat keistimewaan.

    Karena bingung, aku membuat suatu undian. Di atas sekelumit kertas kutulis nama-nama partai. Akhirnya kertas itu kugulung sama serta kumasukkan dalam sebuah kotak kosong, yang kemudian kugoncang-goncangkan.

    Dengan mata terpejam kuambil sebuah diantara gulungan-gulungan kertas itu. Ketika gulungan itu sudah kukembangakan, kubuka mataku secara perlahan-lahan. Jantungku turut berdebar keras, Ketika salah seorang di antaranya memperoleh kemenangan.

    Ketahuailah… bahwa yang berhasil memperoleh kemenangan adalah……………………………

    inilah gambaran bimbang masyarakat, apa yang dijanjikan partai politik tak jua mencapai biduk kebahagiaan.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

  3. kemaren saya dan teman-teman sengaja berkeliling di salah satu desa di Bantul, Jogja. ketemu dengan banyak orang, kemudian sedikit berbicang seputar caleg dan partai. tepat seperti yang dikatakan oleh Redaksi dalam komennya di atas.

    tapi, sekali lagi, kita gak punya pilihan. pilihan yang rasional adalah dua tips yang saya ajukan di atas. mau gimana lagi…

    Memilih dengan cara mengundi adalah pilihan yang pallliiiiiinnnggg terakhirrrr.

  4. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s