Hebatnya SPOK dan KISS

Agak aneh kalo melihat kebelakang. Alam semesta punya caranya sendiri untuk membentuk kehidupan masing-masing orang. Semenjak kuliah dulu sampe sekarang aku “difitnah” sebagai jurnalis dan selalu diminta untuk mengisi materi-materi jurnalistik. Aku bukan ahlinya, tapi aku dipaksa oleh alam semesta🙂.

Saat awal masuk kampus, aku bergabung dengan Sintesa, sebuah pers mahasiswa di fisipol UGM. Caraku bergabung juga sangat aneh. Aku gak punya alasan apapun untuk datang dan mendaftar. Bahkan saat mendaftar, aku gak tau kalo itu pers mahasiswa :p. Yang menggerakkanku adalah semangat dan keinginan yang kuat yaitu “aku harus belajar banyak”. Dan alam semesta pun menjawabnya🙂. Di sini aku berproses bukan sebagai jurnalis yang benar-benar jurnalis. Kegiatannya lebih banyak nongkrong dari satu tempat ke tempat lain. Tapi karena aku dikenal sebagai anak Sintesa di mana-mana, maka aku selalu “difitnah” ahli dalam hal jurnalistik.

Karena fitnah ini, mau gak mau, harus belajar sendiri tentang jurnalistik. Sampai sekarang pun begitu. Di tempatku bekerja, banyak sekali bersentuhan dengan dunia media dan jurnalistik. Entah kenapa juga, aku bisa kerja di sini. Sekali lagi, aku harus belajar jurnalistik, walaupun aku bukan seorang jurnalis. Aku jurnalis boongan🙂.

Dalam training atau workshop yang ratusan kali sudah diadakan di lembaga tempatku kerja, aku sering mengisi materi-materi jurnalistik. Dalam perjalanan “mengajar” jurnalistik kepada banyak orang ini, aku menemukan hal-hal baru. Misalnya, memberikan materi-materi tentang jurnalistik dasar pada para warga, biasanya pegiat radio komunitas. susah-susah gampang.

Beberapa cara sudah pernah kuterapkan untuk memberikan materi jurnalistik dasar yang efektif. Cara pertama adalah memberikan materi-materi jurnalistik dalam sebuah presentasi, tentu dengan banyak contoh-contoh. gak cuma teori aja. Peserta dengan mudah mengerti dan paham, apalagi dengan ilutrasi gambar atau video, materi akan mudah diserap peserta. Tapi saat mereka praktek menulis, para peserta kelabakan. Ada beberapa penyebab kenapa para peserta kelabakan, biasanya mereka bilang hal-hal yang standar misalnya:
– “gak ada ide” –> ini boong karena apapun bisa ditulis
– “susah menuangkannya dalam tulisan” –> halah, alasan aja. biar terkesan punya banyak ide
– “gimana harus memulainya. kalimat pertamanya susah” –> kalimat pertama aja susah, apalagi kalimat selanjutnya
– “bedanya cerpen, berita, novel apa, mas?” –> ini berarti gak bisa nulis samasekali, biar terkesan intelek aja jadi nanya hal-hal ginian

Cara kedua adalah langsung meminta para peserta untuk praktek menulis. Setelah tulisan jadi, kemudian didiskusikan bersama-sama. Cara kedua ini sering melelahkan, khususnya untuk pemula, karena akan banyak sekali terjadi kesalahan. Kesalahan dari tanda baca, struktur kalimat, ide pokok pikiran kalimat dan paragraf, sampe ke diksi. Walaupun memakan proses yang lama, biasanya para peserta menyerap materi lebih baik. Setelah diskusi selesai, baru disampaikan tentang teori-teori jurnalistik.

Akan tetapi, cara apapun yang dipilih, sebenarnya ada satu dasar yang harus dikuasai oleh peserta. Gak usah memberi materi-materi yang aneh2, cukup ingatkan kembali tentang S-P-O-K dan KISS (Keep It Simple and Short). Kalo para peserta mematuhi dua hukum ini, maka pelatihan jurnalistik akan beres. Para penulis pemula biasanya kalimatnya panjang-panjang dan tidak jelas pokok pikiran kalimatnya yang mana. Kata-kata yang tersusun kesana kemari, tidak karuan. Hal ini hampir pasti terjadi. Oleh karena itu, minta para peserta semua untuk memotong-motong kalimatnya menjadi kalimat pendek-pendek sesuai dengan S-P-O-K, dan selalu tekankan KISS.

Jika para peserta masih bebal dan selalu nulis kalimat panjang-panjang yang tidak jelas pikiran utama kalimatnya, maka terapkanlah metode KISS yang lainnya, yaitu Keep It Simple, Stupid!

*belajar jurnalistik cukup mudah, cukup S-P-O-K dan KISS saja*

2 thoughts on “Hebatnya SPOK dan KISS

  1. CIPOK dan KISS??

    heee… kok aku nggak percaya ya kmu jadi ahli jurnalis, apalagi ngajajar SPOK. lha mbedain harimau dan singa aja nggak bisa :p
    apa bedanya hayoo…?😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s