Sepedaku Sayang

Ini sepedaku yang selalu menemaniku kemana-mana. Akhir-akhir ini menjadi ‘butuk’. Sengaja memang. Sepeda ini kusayangi dengan cara yang aneh, tidak pernah kucuci dan pedalnya sudah menjerit-jerit “kreot.. kreot… kreot..”.

dsc_01441

Tidak dicuci dan penuh dengan lumpur biar keliatan Sangar πŸ˜€ :D. Sepeda gunung koq bersih, rapi, dan kinclong. Enggak banget deh :D. Tapi dua hari terakhir ini, sepedaku mencelakaiku. Oli di rantainya telah menodai celana baruku :(.

dsc_0146

Sepeda ini kubeli dengan harga relatif murah dengan kenyamanan yang ditawarkan (sangat memuaskan). Kubeli dengan penuh perjuangan, tepat sebelum harga-harga logam dunia melonjak..

Advertisements

7 thoughts on “Sepedaku Sayang

  1. rute minggiran – alkid itu karena gak ada tujuan lainnya. hehehehehehe maklum ya πŸ™‚

  2. hehehehehe… di bali gak ada tujuan lagi. cuma teman-teman lama saja yang tersisa di sana. jadi belum kepikiran untuk digoes ke bali. hehehe πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s