Ciahhh…

Setiap ada event besar baik itu yang sifatnya periodik misalnya pemilu atau insidental misalnya bencana, pembagian BLT, dan lain sebagainya, selalu saja ada masalah yang sama, yaitu soal DATA. Data tidak pernah akurat dari semua pagelaran yang pernah digelar di Indonesia.

Kali ini kita bicarakan soal hal-hal yang sifatnya insidental saja yaitu bencana. Kita sudah dihadapkan pada berbagai bencana, khususnya satu dasawarsa terakhir ini. Tapi kesalahan yang sama selalu terulang. Weleh… ini keledai yang selalu jatuh pada lubang yang sama.

Kecarutmarutan selalu dimulai soal data. Data, begitu tidak dihargainya kata benda ini. Orang sering latah menyebut data, database, pendataan, dan macem-macemnya tapi lebih sering tambal sulam. BPS yang seharusnya menjadi garda depan selalu kandas dalam alasan-alasan klasik, yaitu keterbatasan dana dibanding dengan luas wilayah. Halah.. “macam mana pula itu!?” :p

Ada banyak cara, bung!! Kalo benar bertekad pasti bisa. Saya melihat dengan mata kepala sendiri putra-putri bangsa ini sangat hebat! Kalau mengerahkan tenaga mereka (tapi yang pasti harus memiliki tekad kuat untuk memerbaiki diri) dengan sekejap kita tidak akan kebingungan soal pendataan ini. Apa karena para birokrat ini sudah tua dan terlibas jaman sehingga tidak begitu mampu membaca kesempatan yang ada.

loh.. loh… koq jadi mengumpat-umpat gini🙂.

Gempa Sumbar hampir sama dengan gempa-gempa lainnya. Selalu terjadi carut marut bantuan, dan polanya selalu sama yaitu tidak merata dan tidak terbagi secara proporsionalnya bantuan yang mengalir. Bantuan lebih banyak mengalir karena insting dan bukan karena perhitungan.

Pendataan selalu dilakukan telat, setelah 3 minggu gempa berlalu. Orang-orang baru sadar betapa pentingnya data. Jika kita jauh-jauh hari memiliki data yang akurat maka carut marut yang tidak perlu ini seharusnya tidak terjadi.

lah.. lah.. malah curhat dan jengkel-jengkel lagi.. Padahal awalnya mau cerita tentang manajemen data melalui sistem online. Memangkas birokrasi, mempercepat updating dan fleksibel, dan tetap akurat! Tapi ternyata lebih enak “misuh-misuh” ketimbang bicara yang ilmiah :p. Tapi itulah gunanya blog, selain memuat yang serius juga memuat “pisuh-pisuhan”, kkgkgkgkg🙂

2 thoughts on “Ciahhh…

  1. Sabar bli ketut..

    Data kita masih banyak yang manual sih. Padahal kita punya banyak jago-jago IT, tapi pendataan tetap saja seperti itu. Saya juga sering kecewa kalau melihat data statistik sepakbola Indonesia. Walaupun cuma sekedar untuk hobi dan senang-senang saja..

  2. betul sekali… Wah.. udah tiga kali bencana besar menghantam negeri ini, tapi sang presiden tak belajar juga. Goblok atau bodoh sih? Hari ini abis ketemu birokrat di padang, rasanya melilit perut ini melihat tingkah para birokrat itu, gak bisa atau gak mau berbenah diri melalui pendataan. Weleh… *_*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s