Menanam Uang

3aKegiatan ini berfungsi ganda, pertama soal konservasi lingkungan, dan kedua soal pengembangan ekonomi. Kegiatan ini adalah “Menanam Uang”, yaitu sebuah kegiatan yang menginvestasikan sejumlah uang untuk dibelikan bibit pohon sengon laut dan ditanam di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta – Jawa Tengah. Investasi di sektor produksi kayu sangat menjanjikan karena tren harga kayu selalu naik dan kebutuhan kayu selalu meningkat dari waktu ke waktu. Berikut ini mekanisme investasi Menanam Uang:

Bibit pohon Sengon Laut ini akan ditanam di lereng-lereng Gunung Merapi. Pemilihan jenis Sengon Laut ini, pertama karena relatif tahan dengan “Wedhus Gembel” atau awan panas yang meluncur ketika Gunung Merapi aktif, kedua karena produksinya relatif cepat, dan terakhir karena cukup baik untuk konservasi lingkungan. Menanam Uang ini dilakukan di lahan seluas 24 Hektar di lereng Gunung Merapi, tepatnya di lereng sisi Tenggara yaitu di Desa Sidorejo, Tegalmulyo, dan Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Satu bibit Sengon Laut berharga 60 ribu rupiah. Bibit ini akan dipelihara selama 5 tahun. Harga bibit 60 ribu tersebut sudah termasuk perawatan atau pemiliharaan selama 5 tahun. Minimal membeli bibit 100 pohon, atau sebesar 6 juta rupiah. Perawatan dilakukan empat kali, pada umur 1, 2, 3, dan 4 tahun. Masing-masing tahun akan dilakukan pemupukan dan penjarangan. Penjarangan adalah kegiatan untuk menjaga Pohon Sengon tetap lurus dan tinggi, tidak banyak cabangnya, sehingga harga ekonominya lebih mahal.

Sengon yang sudah siap panen, berumur lima tahun, rata-rata berharga 200 ribu rupiah. Tapi perlu diingat bahwa tren harga kayu selalu meningkat. Harga 200 ribu ini dikurangi modal awal, 60 ribu, yang dikembalikan ke investor. Sisanya 140 ribu dibagi dua antara petani dan investor. Jika dikalikan 100 pohon maka keuntungan yang diperoleh investor sebesar 7 juta rupiah, dua kali lipat dari modal yang ditanam.

Pemantauan atau monitoring perkembangan dari investasi dapat dilakukan dengan mungunjungi secara langsung maupun melalui sistem online. Petani yang terlibat di Menanam Uang ini berkewajiban melaporkan perkembangan Pohon Sengon yang ditanam setiap 6 bulan sekali. Pertimbangan 6 bulan sekali ini karena perubahan cuaca, musim hujan dan kemarau di mana titik kritis dan titik laju pertumbuhan terjadi pada perubahan musim ini. Pelaporan dilakukan secara online dan dipublikasikan melalui website Pasar Komunitas ini.

Resiko kematian pohon ini sangat rendah, kurang dari 5%. Jika Pohon Sengon mati sebelum umur 2 tahun, maka petani berkewajiban untuk menggantikan pohon tersebut dengan pohon yang baru. Namun bila mati pada umur 2 sampai 5 tahun maka kerugian akan ditanggung bersama oleh petani dan investor, 50% : 50%. Resiko Pohon Sengon Laut ini hanya jika terjadi bencana alam Angin Ribut.

Pengawasan dan Penjamin mutu akan dilakukan oleh Radio Komunitas Lintas Merapi yang merupakan inisiator dari kegiatan ini. Kegiatan ini juga dipantau oleh Pasar Komunitas sebagai manajemen yang menaungi kegiatan ekonomi kecil masyarakat.

harga pohon

2 thoughts on “Menanam Uang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s