Keberanian Mencoba!

Ada beberapa kata kunci yang harus dilakukan ketika mau melakukan usaha ekonomi, mungkin cocok juga untuk bidang yang lain.

Pertama, seringkali kita tidak percaya diri terhadap kemampuan kita dalam menjalankan bisnis. Alasan klasiknya adalah kita tidak memiliki jiwa entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan. Bahkan salah seorang ahli di bidang UKM mengatakan bahwa hanya 1% orang Indonesia yang memiliki jiwa kewirausahaan. Apa benar demikian? Tragis ya..

Tapi hal ini diklarifikasi lagi oleh salah seorang ahli lainnya yang mengatakan bahwa jiwa wirausahawan bukanlah genetis. Kewirausahaan adalah Pengondisian, atau penciptaan lingkungan yang membuat kita bisa menjadi wirausaha sejati. Kalangan Tionghoa bukan membawa gen wirausaha, melainkan meraka memiliki lingkungan yang kondusif dalam menciptakan jiwa wirausaha.

Bagi saya sebagai orang awam ini sangat melegakan, karena selama ini saya mensugesti diri saya bahwa tidak memiliki semangat wirausaha. Ternyata cukup dengan mengondisikan, semua bisa berubah.

Wirausaha dalam pengertian ini cukuplah dibuat sederhana dan tidak usaha dipikir definisinya dengan susah. Wirausahawan adalah orang yang berani mengambil resiko dan melakukan manajemen terhadap resiko yang dihadapi tersebut.

Kedua, kita harus paham tentang rantai nilai (value chain), dan mungkin rantai pasok. Soal ini saya bukan ahlinya, dan saya bersemangat untuk belajar mengenai hal ini. Namun intinya mungkin seperti ini, kita harus paham siapa saja yang bermain dalam semesta produksi dan penjualan, apa peran mereka, kekuatan mereka, kemungkinan bekerjasama, dan posisi mana yang paling strategis untuk diri kita.

Ada banyak alat untuk mendapatkan pemahaman rantai nilai ini (soal alat analisisnya masih saya pelajari). Misalnya ketika kita mau terjun ke bisnis pembuatan celana jins. Kita harus paham siapa yang memproduksi benang, tukang jahit, pembuat resleting, segmennya siapa, dan yang lain. Setelah kita paham dengan baik, barulah kita memutuskan apa yang harus kita kerjakan.

Banyak sekali kita temui bisnis yang gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan yang lain. Ini karena bisnis tersebut tidak tahu harus menempatkan diri dimana dan kekuatannya seberapa. Bisnis yang cerdas adalah bisnis yang tahu menempatkan diri dimana dan mencari celah yang benar-benar dibutuhkan. Sehingga tidak perlu bersaing seperti pedagang kaki lima yang berjajar di Jalan Malioboro itu yang menjual produk yang sama dan dipasok oleh produsen yang sama pula. (mudah-mudahan saya bisa memberi contoh yang lebih detail ketika sudah mulai paham dengan rantai nilai ini).

Ketiga, ketika kita sudah memutuskan mau bergerak di bagian mana dalam rantai nilai tersebut, maka kita kemudian harus memutuskan lagi titik ungkit yang paling tepat. Titik ungkit adalah strategi yang membuat kita menggerakkan sesuatu yang besar dengan hal kecil yang kita miliki.

Ini mengingatkan kita pada pelajaran sekolah dulu. Kita bisa mengangkat beban seberat 2 ton hanya dengan tenaga yang kita miliki sebesar 400Kg. Ini tergantung di mana kita meletakkan poros sebagai titik ungkitnya. Untuk itu, mencari celah titik ungkit menjadi sangat penting.

Keempat, namun bukan yang terakhir, bisnis yang kita ciptakan apakah mengikuti keinginan pasar atau kita menciptakan pasar kita sendiri atau menjadi trend setter? Jika ingin menciptakan pasar kita sendiri, tentu kreativitaslah yang paling dibutuhkan.

Keberanian mencoba adalah kunci kita dalam memunculkan kreativitas. Kreativitas bukanlah sesuatu yang jatuh dari langit, melainkan datang karena kita mencoba dan terus mencoba.

(disarikan dari diskusi http://www.pasarkomunitas.com di UC UGM 23 September 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s