Simplicity dalam Pembangunan Aplikasi ICT

Dalam mengembangkan aplikasi ICT (information and communication technology) ada satu prinsip yang paling susah, setidaknya menurut saya, yaitu Simplicity atau kesederhanaan.

Perangkat TIK (teknologi informasi dan komunikasi) — hehehe dibalik-balik– tidak perlu canggih dengan fitur yang sangat lengkap dan seolah memenuhi semua permintaan dari konsumen. Logika kerja pasar konvensional adalah memenuhi semua permintaan konsumen maka produk akan laku, namun hal ini tidak berlaku pada pengembangan aplikasi ICT — hal ini dibahas di tulisan lain ya.images

Kembali lagi ke soal simplicity, bahwa tidak semua permintaan konsumen harus dipenuhi dengan harfiah. Bahwa konsumen minta ini itu, dari A sampai Z, kemudian diakomodasi dalam aplikasi maka hasilnya berupa sebuah aplikasi yang sangat padat dan ramai dengan berbagai fitur. Dampak pertama pada aplikasi seperti ini adalah para pengguna akan kebingungan. Jika sudah bingung, maka aplikasi akan ditinggalkan yang artinya gagal.

Sebaliknya, simplicity menghadirkan fitur-fitur sederhana namun powerful. Contoh ideal dari simplicity ini adalah produk-produk yang laris dari Google dan Apple. Coba bayangkan saja, website Google hanya ada logo dan kolom pencarian saja. Sisanya screen putih. Luar biasa kan? Walaupun produk-produk google berkembang luar biasa, tapi tetap saja tampilannya sederhana. Fitur-fitur ditaruh di kiri atas dengan rapi dan simple.

Tidak perlu aneh-aneh seperti web-nya Yahoo! yang semakin hari semakin ditinggalkan. Produk-produk Apple juga demikian, menganut simplicity. Semua fitur sangat powerful bahkan dari sisi tampilan saja berkesan seni dan ‘aerodinamis’.

Contoh web dalam negeri yang bisa dijadikan referensi adalah TokoBagus. Ketika pertama dibuka, sangat simple namun powerful. Navigasi disusun untuk melihat dengan jelas apa yang ingin kita beli, dan pencarian bisa dilakukan dengan mudah. Tidak perlu rumit dengan tampilan yang ramai. Fitur yang ditampilkan di halaman depan cuma Mesin Pencari, yang bisa dipecah menjadi kategori produk dan berdasarkan wilayah. Simple kan?

Sedangkan web yang rumit dan tidak mengandung prinsip simplicity di dalam negeri adalah web-web dari pemerintah. Hahahaha.. gak usah dibahas ya, kita sangat tahu kualitas pemerintah di negara yang kadang-kadang kita cintai ini.

Oya, dalam penerapan Simplicity ternyata membutuhkan upaya yang luar biasa. Simplicity biasanya dibuat dan dikipirkan dengan sangat rumit dan berdarah-darah oleh developer. Namun ketika sudah jadi, sangat simple dan powerful digunakan oleh user.

Jadi membutuhkan pemikiran yang mendalam dan usaha yang besar dalam membuat sebuah produk yang simple.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s